Judul : Awas Mesin Adu Domba dan Belah Bambu Telah Digelontorkan!
link : Awas Mesin Adu Domba dan Belah Bambu Telah Digelontorkan!
Awas Mesin Adu Domba dan Belah Bambu Telah Digelontorkan!
Jiromedia.com -Oleh: M. Nigara*AWAS, mesin adu-domba digelontorkan. Kepanikan rezim dan dukungan para penjilat petahana, memaksa mereka melakukan apa pun untuk memuluskan jalan bagi sesembahannya untuk kembali memimpin. Untuk itu, para elit oposisi, penggiat politik kritis, dan seluruh yang merasa sama dalam satu barisan #Ganti Presiden 2019, jangan terkecoh.
Adu-domba adalah jalan termudah, termurah, dan paling efektif. Dengan jalan itulah VOC yang kemudian diambil-alih kerajaan Belanda menguasai Nusantara. Selain itu, VOC dan Belanda juga menerapkan politik belah bambu, mengakat yang satu dan menginjak yang satunya.
Dalam posisi begitu, ada yang diuntungkan dan ada yang sangat dirugikan. Khianat mengkhianati menjadi bagian paling dominan dalam kehidupan para tokoh kita dulu. Itu sebabnya bangsa Indonesia (Nusantara) sempat dijajah VOC yang kemudian diambil-alih Belanda selama 350 tahun.
Adu Domba
Belajar dari sana, kaum elit oposisi, kaum pergerakan, dan rakyat yang satu barisan #Ganti Presiden 2019, harus waspada. Adu domba bisa dilakukan dengan berbagai cara dan dilakukan oleh siapa saja termasuk oleh orang-orang yang ada dalam satu barisan.
Demikian juga dengan politik belah bambu. Di era Bung Karno dan Pak Harto, politik injak satu dan angkat satunya hanya dilakukan oleh pemerintah, saat ini bisa dilakukan oleh tokoh-tokoh yang justru kita kenal dalam barisan oposisi.
Fitnah dan intrik yang dilakukan adalah bagian dari politik adu-domba dan belah bambu. Menyerang sesama tokoh dalam satu barisan adalah cara paling efektif untuk memecah soliditas. Biasanya angka-angka atau rupiah-rupiah yang digelontorkan sangat kecil, tapi dampaknya bisa makjleb.
Bahkan ada juga yang gratis. Modalnya cuma hasutan, lalu kecemburuan muncul. Bak metraliur sang tokoh yang dalam satu barisan memuntahkan fitnah atau mengungkit kesalahan orang. Membongkar seolah-olah yang dimuntahkan benar semua. Dasarnya hanya satu, cemburu atau bahasa gamblangnya iri dan dengki. Mereka yang jadi liar karena hadutan tak menyadari gerakannya bisa menuju pada Tijitibeh (mati siji, mati kabeh).
Seperti itulah saat zaman republik belum resmi berdiri. Sebab itu pula VOC dan Belanda dengan gagah perkasa menguasai tanah subur yang oleh Koes Plus diistilahkan: _lempar batu dan kayu jadi tanaman_. Dengan cara adu-domba alias defide et empera itulah 350 tahun tanah kita dikuras habis.
Disadari atau tidak, masa-masa VOC sudah kembali datang. Disadari atau tidak saling fitnah, saling serang makin sudah berkumandang.
Model Nyata
Model yang paling nyata sudah ada di depan mata. Model deklarasi-deklarasian capres adalah salah satunya. Jika yang dideklarasikan orang yang ada partainya, masih bisa dipahami. Kita tahu undand-undang pemilu mempersyaratkan hanya partai yang bisa mengajukan calon.
Tapi, jila yang dideklarasikan jelas bukan berbasis kepartaian, maka patut dapat diduga defide et empera sedang dilakukan. Politik belah bambu sedang dihujamkan.
Jadi, dengan memohon maaf, deklarasi Anies Baswedan, gubernur DKI Jaya, patut dapat diduga adalah salah satu politik adu-domba sekaligus politik belah-bambu.
Mengapa? Sang dalang bertujuan agar pendukung Prabowo terpecah. Sang sutradara berkeinginan mengangkat Anies dan menenggelamkan Prabowo. Dia tahu, Anies menjadi gubernur DKI karena legowonya Prabowo. Dia tahu, saat Anies menjadi bagian utama Jokowi di pilpres 2014, Anies telah memfitnah dan menghina Prabowo dengan mengatakan pasangan Prabowo-Hatta dibiayai oleh mafia. Sang sutradara juga mahfum, Prabowo telah memaafkannya.
Jika Anies yang seluruh biaya kampanye dan lain-lainnya, saat pilkada DKI disuport Prabowo, mau didorong-dorong jadi capres, maka pecahlah perahu Prabowo. Sang sutradara ingin memperlihatkan bahwa Anies bukanlah bawahan Prabowo.
Anies diuntungkan? Selintas orang bisa melihat begitu. tapi sesungguhnya sang dalang tahu Anies harus mampu meloby partai, itu tidak mudah. Artinya, Anies hanya bisa tampil di atas kertas saja.
Selain itu, sang sutradara sesungguhnya telah berhasil mendeskriditkan Anies hingga ketitik terendah. Bayangkan, Anies yang sudah pasti tahu bahwa Prabowo sejak lama mempersiapkan diri untuk maju kembali di pilpres 2019, tetap mau didorong-dorong.
Bayangkan, Anies juga tahu berapa biaya yang telah dihabiskan Prabowo untuk mendukungnya di pilkada DKI, kok menikmati deklarasi-deklarasian.
Dengan begitu, sang dalang berkeyakinan orang ajan segera mencap bahwa Anies adalah sosok yang tidak tahu diri, sosok yang tidak mau berterima kasih. Arti tegasnya sang sutradara akan memperlihatkan bahwa Anies adalah pengkhianat.
Dengan begitu, oposisi hancur. Dengan begitu pula sang dalang secara tidak langsung telah mengangkat calonnya setinggi langit. Calonnyalah yang terbaik. Yang hatinya baik, yang beretika dan selalu mencium tangan ketua partai yang mendukungnya. Dengan kata lain, hanya calonnyalah yang terbaik.
Dengan begitu, sang sutradara mampu menyembunyikan janji-janji palsu calonnya. Pafahal, dulu calonnya memiliki 60 janji, 99 persen tidak dipenuhi. Janji tidak bagi-bagi kursi ke partai, malah di masanya orang partai paling banyak jadi menteri. Janji tidak menaikan BBM, di pemerintahannyalah BBM.naik secara diam-diam dan dalam kurun empat tahun sebanyak 12 kali. Janji tidak nambah hutang, di eranyalah hutang republik jadi Rp 6000 triliun.
Anies Harus Sadar
Untuk itu, Anies harus segera menyadari hal itu. Anies harus segera menyatakan menolak deklarasi-deklarasian itu. Anies harus mampu menjaga marwah oposisi.
Kecuali, para elit oposisi yang me deklarasilannya. Para elit oposisi yang mengumumkannya.
Jika Anies tidak melakukan itu, maka sejuta tanya bisa kita alamatkan padanya..
Semoga selalu ada jalan yang tetbaik.
Semoga 2019 kita punya presiden baru. [swa]
*Penulis adalah Mantan Wasekjen PWI
Demikianlah Artikel Awas Mesin Adu Domba dan Belah Bambu Telah Digelontorkan!
Sekianlah artikel Awas Mesin Adu Domba dan Belah Bambu Telah Digelontorkan! kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Awas Mesin Adu Domba dan Belah Bambu Telah Digelontorkan! dengan alamat link https://seadanyaberita.blogspot.com/2018/07/awas-mesin-adu-domba-dan-belah-bambu.html